Senin, 06 April 2015

Azas- azas Manajemen



BAB    I
Pendekatan- pendekatan Ilmu Manajemen

1.1  Pengertian Manajemen
Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang- orang kearah tujuan- tujuan organisasional atau maksud- maksud yang nyata. Manajemen adalah suatu kegiatan, pelaksanaannya adalah “managing”, “pengelolaan”, sedang pelaksanaanya disebut manager atau pengelola.
Manajemen bertujuan tertentu dan tidak dapat diraba, yang berusaha untuk mencapai hasil- hasil tertentu,yang biasa diungkapkan dengan istilah- istilah “objectives” atau hal- hal yang nyata. Suatu pertumbuhan yang teratur mengenai managemen yang menjelaskan pengacuan kepada kebenaran- kebenaran umum. Manajemen adalah suatu pokok pembahasan yang universal dan konsep itu menarik praktisi dan para peneliti dari bidang- bidang yang beraneka ragam. Dengan setiap pemikiran yang berbeda tersebut dapat membantu penelitian manajemen dan memperkirakan perkembangan dan kegunaannya. Lima macam pendekatan utama yaitu:
  1. Proses operasional.
Kegiatan- kegiatan itu atau fungsi- fungsi dasar mana para manajer terlibat, membentuk prose yang disebut proses manajemen.
  1. Pendekatan perilaku manusia.
Inti dari pendekatan ini adalah manusia, yang member manajemen metode- metode dan konsep ilmu- ilmu social yang bersangkutan, khususnya antropologi dan psikologi.penekanan diberikan kepada hubungan- hubungan antara perorangan serta dampaknya.
  1. Pendekatan system social.
Pendekatan ini memandang manajemen sebagai suatu system sosialatau suatu system interrelasi budaya, yang berorientasi secara sosiologis, berurusan dengan berbagai kelompok social dan hubungan- hubungan budayanya serta berusaha untuk menyatukan kelompok- kelompok ini kedalam suatu system social.
  1. Pendekatan system- system.
System bersifat fundamental bagi kebanyakan kegiatan. Pendekatan suatu system memberikan suatu alat untuk melihat dengan jelas factor- factor yang bersifat tidak tetap, hambatan dan interaksi.
  1. Pendekatan kuantitatif.
Pendekatan ini menunjukan kegunaan manjerial yang besar, yang memaksa untuk mendefinisikan dengan tepat segala tujuan persoalan dan hubungan dengan cara yang dapat diukur.

BAB II
Fungsi- fungsi Manajemen
Dalam melaksanakan tugasnya, manajer harus melakukan kegiatan- kegiatan tertentu, yang dinamakan fungsi- fungsi manajemen, yang terdiri dari :
  1. Planning
Menentukan tujuan- tujuan yang hendak dicapai selama satu masa yang akan datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan- tujuan tersebut.
  1. Organizing
Mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan- kegiatan itu.
  1. Staffing
Menentukan keperluan- keperluan sumber daya manusia, pengerahan, penyaringan, latihan dan pengembangan tenaga kerja.
  1. Motivating
Mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia kearah tujuan- tujuan.
  1. Controlling
Mengukur pelaksanaan dengan tujuan- tujuan menentukan sebab- sebab penyimpangan- penyimpangan dan mengambil tindakan- tindakan korektif.




BAB III
Manajer Sebagai Pembuat Keputusan

Sebagai seorang manajer ia harus mampu memutuskan tujuan- tujuan yang hendak dikerjakan. Membuat keputusan adalah memilih suatu alternative dari dua pilihan atau lebih, untuk menentukan suatu pendapat atau perjalanan suatu tindakan. Membuat keputusan adalah peristiwa psikis dan kreatif, dalam mana pikiran, perasaan dan pengetahuan dihimpun bersama- sama untuk sebuah aksi. Dalam mengambil keputusan seorang manajer berurusan dengan nilai- nilai yang akan datang, sampai tingkat tertentu masih belum diketahui.
Berikut adalah beberapa pilihan yang biasa diambil dalam menentukan suatu keputusan :
1.      Analisa marjinal.
Teknik membandingkan biaya ekstra dan penghasilan yang ebrsal dari penambahan sebuah unit lagi.
2.      Teori psikologi
Suatu keputusan juga mencakup urusan individu seorang anggota manajemen yang turut mempengaruhi dalam proses membuat keputusan.
3.      Instuisi bisikan hati
Pembuatan keputusan yang didasarkan pada instuisi, bercirikan penggunaan, “perasaan- perasaan batin” orang yang membuat keputusan.
4.      Pengalaman
Pengalaman memberikan bimbingan menolong untuk  membeda- bedakan dan membantu menggeneralisir keadaan masa lalu.
5.      Mengikuti sang pemimpin
Sejumlah besar keputusan- keputusan dibuat dengan mengikuti dan dalam beberapa hal, meniru kembali keputusan yang telah dibuat oleh pemimpin.
6.      Percobaan
Percobaan merupakan dasar pembuatan keputusan yang bisa digunakan dalam penelitian ilmiah dan dalam rencana produk baru dan pekerjaan pembangunan.
7.      Analisa
Jawaban maupun pertanyaan digunakan untuk membantu analisa, dan pendekatan ini memperkecil fakta- fakta yang dianggap pokok untuk keputusan itu sampai hal- hal khusus yang penting saja.
8.      Metode- metode kuantitatif
Metode ini cenderung banyak menggnakan nilai atau angka dalam menentukan keputusan.
BAB IV
Merencanakan Sasaran dan Tujuan
Titik tolak proses manajemen adalah menentukan “objectives” atau tujuan- tujuan organisasi, yang direncanakan untuk memberikan suatu organisasi dan angota- anggotanya arah dan maksud.
            Tujuan- tujuan haruslah didefinisikakan dan diberitahukan sedemikian rupa sehingga tujuan- tujuan itu dapat digunakan sebagai suatu ukuran keberhasilan atau kegagalan. Para manajer biasanya mempunyai multi “objectives” (tujuan ganda). Secara idelanya seorang manajer membuat kemajuan secara serentak menuju beberapa tujuan- tujuan. Tujuan- tujuan itu merupakan persyaratan untuk mencapai tujuan- tujuan jangka panjang.
            Tujuan- tujuan seharusnya merupakan tantangan yang dapat dicapai, tetapi harus memerlukan sekedar uluran dan jangkauan oleh pegawai- pegawai. Tujuan- tujuan yang berjangka panjang mengacu pada jangka waktu yang ditentukan atau suatu kurun waktu yang cukup panjang dan tak ditentukan.
Managemen by objectives (MBO), yaitu sebuah filosofi manajemen, yang berdasarkan pengubahan tujuan- tujuan secara organisasi menjadi tujuan- tujuan perorangan, yang didasarkan atas asumsi bahwa metapkan tujuan pribadi menjadi keterikatan pegawai yang membawanya menujua pelaksanaan yang bertambah baik. Kerja MBO yang paling baik yaitu jika tujuan setiap tingkatan organisasi secara langsung dikaitkan dengan tujuan tingkatan tertinggi berikutnya.
            Setelah tujuan- tujuan ditetapkan bersama- sam oleh atasan dan bawahan maka haruslah dikembangkan sebuah rencana kegiatan untuk mencpai tujuan- tujuan itu. Biasanya hal itu mencakup langkah- langkah sebagai berikut:
  1. Tentukanlah kegiatan- kegiatan utama yang perlu untuk mencapai tujuan itu.
  2. Tetapkanlah kegiatan- kegiatan pendukung yang diperoleh untuk mencapai kegiatan- kegiatan utama.
  3. Tegaskanlah tanggung jawab pokok untuk setiap kegiatan dan kegiatan penunjang.
  4. Perkirakanlah keperluan- keperluan waktu yang perlu untuk merampungkan setiap kegiatan dan kegiatan penunjang.
  5. Tentukanlah sumber- sumber tambahan yang diperlukan untuk setiap kegiatan dan kegiatan tambahan.

BAB V
Kerja Perencanaan
            Perencanaan adalah proses memutuskan tujuan- tujuan yang akan dikejar selama suatu jangka waktu yang akan datang dan yang akan dilakukan agar tujuan- tujuan itu dapat tercapai. Perencanaan efektif harus didasarkan atas fakta- fakta dan informasi yang tidak atas emosi dan keinginan. Seorang perencana harus mampu untuk membayangkan pola kegiatan yang diusulkan dengan jelas.
Pada dasarnya perencanaan adalah suatu proses intelektual. Perencanaan yang memadai harus berlangsung sebelum kegiatan. Selain itu perencanaan menunjukkan perlunya perubahan yang akan datang yang dapat mengungkapkan peluang- peluang untuk jasa- jasa baru.
Perencanaan formal terletak dalam metode yang digunakan dan luasnya ruang lingkup yang direncanakan. Selain itu penetapan waktu dalam perencanaan sangat penting. Kebanyakan rencana dengan mudah dapat dibagi dalam dua tahap, yaitu dua jangka waktu berturut- turut, agar kegiatan- kegiatan yang direncanakan berlangsung.
Jenis- jenis rencana digolongkan dalam beberapa bagian, diantaranya :
1.      “Growth plans” ( rencana pertumbuhan), rencana ini memetakan arah, kemana organisasi itu bergerak, tujuan- tujuannya, dan cepatnya gerak ekspansi yang dicari.
2.      “profit plans” (rencana- rencana keuntungan), perencanaan ini dipusatkan pada keuntungan per produksi atau kelompok produksi.
3.      “user plans” (rencana pemakaian) cara memasarkan suatu hasil/ jasa yang dipilih, atau lebih baik melayani suatu pasaran terpilih, dijawab dengan suatu rencana pemakaian.
4.      “Personal managemen plans” (perencanaan urutan kepegawaian), rencana untuk menarik perhatian, mengembangkan dan mempertahankan anggota- anggota manajemen.

BAB VI
Landasan Pemikiran, siasat dan Kebijaksanaan
            “Forecasting” adalah usaha untuk meramalkan, melalui penelitian dan analisa data- data bersangkutan yang tersedia dan berlaku sekarang, operasi- operasi dan kondisi- kondisi yang mungkin di masa datang. Ia juga mencoba mendahului keadaan lingkungan social yang akan datang dalam mana organisasi itu akan beroperasi.
Dalam merumuskan rencana yang sebenarnya seorang manajer menggunakan dali- dalil dan batasan, yang digunakan cenderung memperkecil ketidakpastian, yang tidak terpisahkan dari mas adatang dan memberikan dasar- dasar yang diakui , atas perencanaan dapat dilandaskan.
Suatu “premise” adalah suatu asumsi yang memberikan latar belakang, yang didepannya diharapkan akan berlangsung peristiwa- peristiwa yang diperkirakan dan yang mempengaruhi perencanaan itu. Sebagian dalil melibatkan secara relative hanya sedikit ketidak pastian, sedangkan yang lain- lain mempunyai ketidak pastian yang besar.
Untuk mempersiapkan suatu “fore cast” yang tepat, seorang manajer harus mempunyai informasi yang berhubungan dengan beberapa jenis dalil, antara lain:
1.      Lingkungan, data- data mengenai factor- factor ekonomi, politik dan social, yang mempengaruhi iklim, dalam mana organisasi itu harus beroperasi.
2.      Persaingan, informasi tentang industry itu dan  hasil- hasil serta kegiatan- kegiatan perusahaan- perusahaan anggota- anggota dalam industry iu.
3.      Organisasi masing- masing indentifikasi kekuatan- kekuatan, kelemahan- kelemahan, sifat- sifat khusus, hasil- hasil dan ambisi- ambisi organisasi itu.
Perencanaan strategis dan perencanaan taktis adalah sebuah konsep yang secara luas digunakan dalam manajemen zaman sekarang.
            Perencanaan strategis meliputi suatu jangka waktu yang relative panjang, mencakup perumusan- perumusan tujuan- tujuan dan mempengaruhi banyak segi- segi organisasi. Tujuan dari perencanaan strategis adalah mengembangkan beberapa buah alternative strategis , dari man pilihan strategis itu dilakukan.
            Istilah strategi diartikan juga memilih bagaiman caranya sumber- sumber mungkin digunakan dengan efektif untuk mencapai suatu tujuan yang dinyatakan. Strategi direncanakan untuk penyesuaian dengan lingkungan dalam maupun luar. Selain itu strategi menyatakan factor- factor mana yang akan diberi penekanan dalam mencapai tujuan, diantaranya strategi tingkat puncak yaitu :
1.      “Retrenchment strategis” (strategi- strategi  penghematan), menjadi tiga dasar yaitu mneciutkan tingkat operasi dari organisasi, menjadi tawanan dari organisasi lain, menjual atau membubarkan organisasi.
2.      “Stability strategis”, strategi stabilitas diikuti jika organisasi puas dengan jalannya kegiatan yang sekarang.
3.      “growth strategi”, strategi pertumbuhan diikuti jika organisasi melakukan dengan sadar usaha untuk tumbuh atau perluasan seperti yang diukur pemasaran, garis- garis produksi, jumlah pegawai atau tindakan- tindakan serupa itu.
4.      “Combination strategis”, strategi  gabungan dilakukan jika organisasi menggunakan sesuatu gabungan dari strategi- strategi yang disebut terdahulu.

Kebijaksanaan- kebijaksanaan itu luas, bimbingan- bimbingan adalah umum untuk kegiatan, yang berkaitan dengan tercapainya tujuan. Dari sudut pandang ini kebijakan- kebijakan member bimbingan mengenai bagai mana caranya managemen harus mengatur urusan- urusannya serta sikapnya terhadap isyu- isyu utama.





Kebijaksanaan menunjukkan kehendak- kehendak dari mereka, yang membimbing organisasi itu. Dengan kata lain, kebijaksanaan mendefinisikan yang umum, dari mana strategi- strategi dan rencana- rencana yang akan datang berasal. Pernyataan- pernyataan kebijakan sering kali memuat kata- kata “toensure, to follows, to maintain, to promote, to be, to accept” (menjamin, mengikuti, mempertahankan, meningkatkan, adanya, menerima). Kebijakan tersebut menggariskan sebuah petunjuk umum yang harus diikuti dalam mengejar tujuan- tujuan perusahaan, berhubungan dengan keuntungan pemasaran- pemasaran.
Suatu organisasi khusus mempunyai beberapa kebijakan, yang berhubungan hanya dengan organisasi- organisasi. Misalnya, suatu kebijaksanaan seperti “ perusahaan ini akan mencoba selalu untuk mengisi lowongan- lowongan pada semua tingkatan dengan menaikkan pangkat pegawai- pegawai sekarang” akan berhubungan dalam setiap orang dalam organisasi.




Daftar Pustaka:

Terry G.R dan Rue L.W. 2014. Dasar- dasar Manajemen. Jakarta: PT Bumi Aksara











Azas- azas Manajemen

“Dasar- dasar Manajemen”


Nama              : Dinda Nurul W    
Nim                 : E1021141050



Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Tanjungpura
Tahun 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar